Yang Ke Berapa Tahun
Malam ini hujan turun malu malu, , entah sudah keberapa kali rintik ini jatuh. harusnya aku sudah berangkat kerja sejak tengah malam tadi, namun sepertinya berdiri ditepi atap ini lebih menyenangkan daripada berjalan menembus gerimis yang sedikit kurang ajar ini.
asap dari ujung rokok yang ku hisap dalam-dalam perlahan ku hembuskan, sejenak kabut putih itu menggumpal didepan wajahku, berhenti disana, dan kemudian memudar dihancurkan rintik yang tak kunjung reda ini.
rintik ini kuat sekali, asap yang berisi bergumpal gumpal rindu, cemas, kecewa dan cinta itu di sambutnya, dipeluknya erat, membuatnya semakin dingin.
tapi aku masih ragu, apakah ada sesuatu yang ingin disampai kan gerimis ini kepadaku?, sebab setiap kali aku menghembuskan kekalutan dan rindu lewat asap ini, dia selalu cepat-cepat menghantamnya, membuatnya pudar dan hanyut mengalir di ujung sepatu ku.
hujan, apa yang ingin kau katakan?, atau, ataukah mungkin disudut malam yang lain. dia, wanita itu juga sedang menitipkan rindu yang sama lewat mu, hujan?.
ku hembuskan asap terakhir dari rokok yang ku pegang ini perlahan lahan.. kali ini asap itu semakin tebal, setebal hayal ku tentang masa lalu, tentang kamu.
beberapa tahun lalu, pada saat seperti ini ditengah malam, telvon masih melekat di sisi wajahku, mendengarkan suara mu bercerita, hal hal kecil tentang keseharian yang kau lakukan, cerita yang entah bagaimana, bisa membuat ku hanyut berjam jam, sangat jelas dikepalaku bagaimana raut cemberutmu ketika menceritakan hal yang menyebalkan, garis senyummu ketika memberi tahuku hal yang lucu.
meskipun kita tak berada disudut malam yang sama, namun sekedar mendengarmu, wajahmu bisa terlukis sangat nyata dikepala, dan itu berjalan sejak 8 tahun yang lalu, hingga saat ini.
Hujan ini juga membawa kembali kenangan tentang awal kita bertemu, beberapa tahun yang lalu saat pertama kali kulihat senyummu, pantai, senja, pondok tua di dermaga, bahkan rasa nyaman sat kau sandarkan wajah di bahu ku pun, begitu jelas malam ini,
"kok bahu kamu kurus banget sih jok!?, sakit pipi ku".
ucapmu tanpa memindahkan pipi dari bahu ku.
setelah itu kita hanya diam, memandang entah kesudut laut yang mana, sama sama mengeluh kenapa senja berlalu begitu cepat, saat itu aku ingin sekali rasanya agar senja tetap seperti itu selamanya, agar pipi lembutmu tetap bisa berada dibahu ku.
"meluknya jangan kuat2,sakit perutku".
keluhku ketika hendak pulang.
"bodo amat lah, aku masih kangen, ketemu lagi juga masih lama, gak tau kapan"
jawabmu sembari melingkarkan tangan diperutku ketika perjalanan pulang.
senja yang mulai jauh tertinggal dibelakang, tanpa sadar membuat ku melambatkan laju sepeda motor, berharap perjalanan ini memakan waktu berhari-hari, dan jika bisa selamanya.
Juga tentang percakapan-percakapan bodoh lainnya yang pernah kita bahas.
"jok, besok aku mau punya anak 20, kembar-kembar semua yaa, nanti semuanya tak ajarin macem2, dari olahraga sampai matematika, tapi gak bakal aku ajarin nyanyi, soalnya takut nurun kamu, kamu kan suaranya jelek"
Ledek mu penuh tawa, dan tentu saja aku balas dengan tawa yang lebih keras,, hahaha,, bahkan sekarang saat mengenang percakapan itupun aku tertawa,dan ternyata hujan sudah mulai reda.
lamunanku terhenti, dan sebelum ku terobos sisa gerimis ini, reflek mataku memejam, "Selamat Ulang Tahun untukku". ucapku sendiri..
harapku, semoga hingga ulang tahun ulang tahun berikutnya, percakapan2 kita itu tak pernah hilang dalam ingatanku, semoga semua tentang mu,tentang senja dipantai waktu itu, juga tetap selamanya akan muncul disetiap tahun saat tanggal ini. semoga semua yang kita habiskan selama bertahun tahun lalu, tetap tersimpan dikotak kecilku.
dan untukmu, tak peduli dimana dan sedang apa kau saat ini, tetaplah tersenyum, tetap sehat dan tertawa, aku yakin kau sekarang sudah mendapat hidup yang lebih baik dengan pria yang akhirnya menjadi pilihanmu, jadi tetaplah bahagia sampai akhir.
selamat malam, Bintang..
dan selamat ulang tahun untukku..
oh ya satu lagi, aku dengar saat ini kau sedang mengandung malaikat kecil, kalau itu benar, aku begitu antusias mendengarnya.
mau dia nanti laki-laki atau perempuan tak jadi masalah, dia akan tetap menakjubkan sama seperti mu.
tpi doaku, semoga dia nanti laki-laki, agar bertambah satu lagi pria yang akan mencintaimu dengan begitu sangat...
Lampung, 21 Oktober 2021
Komentar
Posting Komentar