Masih Tentang mu
Suara gerimis yang jatuh begitu menetramkan,
Menemani goresan kasar tinta yang ku pegang.
Aku masih saja sama,mungkin hampir bosan,setiap saat gerimis datang,senyumanmu juga ikut serta dalam bulir bulir yang jatuh itu,,
mungkin kau tak tau-dibalik jendela kamar ku derai gerimis sedang turun.
tapi, apakah dengan teriakan hati yang begitu keras kau masih tidak dapat mendengarnya?,aku tau,
mungkin saat ini-bisa saja diri mu sedang tertawa disana,dibawah gemerlap bintang,jauh dari derai gerimis yang tak henti ini
,mungkin saja tawamu sedang mengembang saat ini,mungkin,tapi tidakkah kau rasa,,aku mohon,-jangan kau biarkan bulir yang jatuh ini membiaskan senyummu disana,
jangan biarkan gerimis ini membuat ku iri dengan pantulan semu senyummu,,aku mohon.
Menemani goresan kasar tinta yang ku pegang.
Aku masih saja sama,mungkin hampir bosan,setiap saat gerimis datang,senyumanmu juga ikut serta dalam bulir bulir yang jatuh itu,,
mungkin kau tak tau-dibalik jendela kamar ku derai gerimis sedang turun.
tapi, apakah dengan teriakan hati yang begitu keras kau masih tidak dapat mendengarnya?,aku tau,
mungkin saat ini-bisa saja diri mu sedang tertawa disana,dibawah gemerlap bintang,jauh dari derai gerimis yang tak henti ini
,mungkin saja tawamu sedang mengembang saat ini,mungkin,tapi tidakkah kau rasa,,aku mohon,-jangan kau biarkan bulir yang jatuh ini membiaskan senyummu disana,
jangan biarkan gerimis ini membuat ku iri dengan pantulan semu senyummu,,aku mohon.
Komentar
Posting Komentar