Rindu yang tertatih


Aku benci saat dimana aku tak kuasa lagi menahan rindu, Namun harus tetap bersikap bahwa aku baik baik saja.
Karena sebenarnya, aku sedang tidak baik-baik saja. 
Aku benci setiap kali aku berusaha untuk menguatkan mu, untuk memberitahumu bahwa jarak dan rindu ini bukan masalah besar,
Padahal aku sendiri selalu gusar memikirkan bagaimana ini akan berakhir.
sebenarnya aku sangat tidak sedang baik baik saja.
Aku benci setiap saat harus pura pura meyakinkan diriku sendiri bahwa merindumu tak pernah membuatku melemah, bahwa jarak ini tak membuatku goyah.
Aku benci setiap saat harus meyakinkan diriku, lagi dan lagi.
Tapi, apalagi yang bisa aku lakukan?. Selain meyakinkan diri dan selalu menguatkan hati.

Mungkin satu-satunya penyebab aku bisa bertahan dari kesepian dan rindu rindu sialan ini adalah, aku tahu dan yakin bahwa ditepi senja ditempat yang lain, kau juga sedang mati matian menguatkan hatimu menahan rindu yang sama denganku.
Mungkin itu satu satunya yang membuatku sekuat ini.
Jadi, tetaplah seperti ini, saling menguatkan, saling percaya bahwa jarak sialan ini tak akan berbuat macam-macam dengan kita, dan saling merepalkan doa yang sama.
Saling percaya, dan tetap percaya bahwa, setelah jarak dan waktu waktu yang tak bersahabat ini berakhir, akan ada hal menakjubkan yang telah disiapkan oleh takdir untuk kita, berdua...

Untuk Bintangku.
satu-satunya bintang

Komentar

Postingan Populer