14 Mei, Happy Birthday Bintang
Dini hari, 14 Mei 2020.
Entah yang keberapa kali hari ini telah berulang. Dan Masih seperti tahun tahun lalu, aku begitu antusias saat hari ini tiba
selamat ulang tahun untukmu.
selamat bahagia atas segala hal.
Maaf, setiap kali hari ini berulang entah yang keberapa tahun, aku tak pernah bisa memberi hal mengesankan untukmu.
Dihari yang mengesankan ini, aku tetap tak mempunyai apapun selain harap, harap yang sebenarnya selalu aku mohonkan kepada pemilik malam, harap yang selalu sama hingga saat ini.
"Semoga dirimu selalu tersenyum, dan semoga aku yang menjadi alasan dibalik setiap senyum menakjubkan disudut bibirmu, Meskipun sepertinya, aku akan digantikan dengan sosok yang baru".
Aku rasa tak ada lagi ucapan serta doa-doa yang harus ku berikan padamu, karena aku percaya, dihari ini, kau akan mendapatkan semua itu dari semua orang yang menyayangi mu, dari orang-orang yang selalu ada disekitar mu, orang yang selalu bersama dan melihatmu tersenyum. betapa beruntungnya mereka, bisa melihatmu tersenyum.
Karna kau telah mendapat semua bahagia mu disana, dihidupmu, Jadi aku rasa, dihari ini, aku hanya akan bercerita, bukan untuk mengingatkan mu tentang apa yang telah kita lalui, aku hanya ingin menceritakan ini kepada diriku sendiri, dan mengingat ingat lagi bagaimana aku bisa berakhir menyukai wanita seperti mu dengan begitu sangat.
Wanita yang sayangnya, tidak di ijinkan oleh takdir untuk selalu bersama ku, yah, takdir memang terkadang bisa bertindak begitu menyebalkan.
Entah beberapa tahun lalu tak ingat lagi tepatnya, yang masih aku ingat, saat itu aku sedang kesepian, lalu kau datang, sosok yang saat itu tak aku sadari akan menjadi bagian yang menakjubkan dari kisah hidupku selanjutnya.
Hari berlalu, bulan dan tahun begitu saja berganti, dan tanpa aku sadari, lubang kosong yang bernama kesepian disudut hatiku, perlahan terisi, bahkan lebih jauh, setiap kali mendengar cerita-cerita mu, membuatmu tertawa, aku merasakan bahagia yang begitu sangat.
Merasa rindu saat tak ada kabar dari mu, marah dengan konyol jika ada laki laki lain yang kau ceritakan dengan nada kagum.
tanpa aku sadari lambat laun, aku ingin memiliki dirimu, hanya untuk ku sendiri, lalu takut kehilangan.
Dan akhirnya, aku menjadi begitu menyukai mu.
Semua begitu indah, dan beberapa tahun terlewati dengan mengasikkan.
Lalu akhirnya kau mulai menanyakan pertanyaan yang sangat aku takuti sejak dulu, tentang kemana ini akan berakhir, tentang bagaimana ini akan berkhir, kau mulai ragu dengan setiap hari hari yang kau lewati bersama ku.
Sedangkan aku, aku sama sekali tak mempunyai keberanian untuk memberimu bahkan satu jawaban yang melegakan.
Aku terlalu takut, dan pada akhirnya aku sadar, aku bukan terlalu takut, tapi terlalu bodoh, karena menyia-nyiakan wanita sesempurna dirimu.
Hingga beberapa bulan terakhir ini, setelah sekian ratus malam terpisah jarak, akhirnya kau pulang. Andai kau tahu bagaimana bahagia ku saat itu, mengetahui kabar bahwa kau akan kembali, aku telah begitu bahagia karna aku kira akhirnya rindu yang membuatku sulit terlelap setiap malam, tak lama lagi akan menemui labuhnya, peluk yang selama ini hanya bisa ku lepaskan lewat kelam, tak lama lagi akan berakhir. Setidak seperti itu bahagia ku waktu itu.
Hingga akhirnya, aku di tampar kenyataan, ternyata pulangmu sama sekali bukan untuk menyambut bahagiaku dan memeluknya, ternyata pulangmu sama sekali bukan tentang menghangatkan setiap sudut hati yang kedinginan menahan rindu, ternyata, rinduku tak pernah bertemu.
Ah, aku masih ingat bagaimana rasanya saat pertama kali mendengar berita itu, tentang sesalmu, tentang semua maaf mu, tentang.... Tentang kau yang akhirnya menyerah dengan kebodohan dan ketidak beranian ku. Tentang tak keberdayaanmu, tentang "mereka" yang akhirnya memilihkan sendiri pengganti ku dihatimu.
Ketika itu, aku tak menginginkan apapun lagi, yang ada hanya takut. Aku takut membayangkan bagaimana diriku setelah saat itu, dengan cara apalagi harus ku tutup rindu-rindu ini selanjutnya, sedangkan kau sendiri telah memilih berlalu, aku takut setelah hari itu, aku tak kuasa lagi menahan semuanya, membawa setiap kepingan yang hancur dan dengan sekuatku berusaha merekatkan yang tersisa, aku takut aku tak bisa melakukan itu, aku takut aku memilih menyerah dengan hidup.. aku benar benar takut.
Kini, beberapa bulan telah berlalu, tak ada yang berubah dari kepingan kepingan yang berserakan ini, memungutnya sedikit demi sedikit ternyata sema sekali bukan hal yang ingin aku lakukan. Namun setidaknya, ternyata aku masih sedikit kuat, ternyata aku masih memiliki keberanian untuk terus melanjutkan hari dan menjalani hidup, alih-alih berhenti dan pergi.
Karena aku rasa, Aku masih ingin merasakan setiap keping yang hancur, aku masih ingin merasakan rindu rindu yang dari dulu aku simpan untukmu, disetiap cecer kepingan yang tersisa.
Dan hari ini, dirimu telah bertambah satu tahun lebih jauh, dan aku masih tetap begitu sangat bahagia saat hari ini tiba, aku masih ingin tetap hidup dan merayakan hari ini seterusnya, pada setiap tahun-tahun yang akan datang, aku ingin tetap bahagia merayakan hari bahagia mu ini, disini, sendiri...
Meskipun semua telah berceceran, tapi saat hari ini tiba, aku tetap suka rela memungut beberapa keping yang berserakan, menjahit sendiri setiap sudutnya, untukmu.
Hanya itu yang bisa aku berikan dihari bahagia mu, meskipun penuh jahitan, namun itu tetap hati yang sama yang dulu pernah membuatmu tertawa, itu tetap hati yang sama yang dulu pernah dengan begitu tulus mengagumi mu, hingga sekarang.
kini semua telah terjadi, dan hidup terus berlanjut. Tak ada lagi tempat untuk sesal dan kecewa. Setidaknya aku masih merasa bahagia dengan hari ini, aku masih begitu sangat bahagia setiap hari ini datang, meskipun setelah ini, kau tak pernah kembali pulang, tak pernah..
Selamat ulang tahun untukmu, doa ku adalah, aku ingin bahagiamu terus bertambah, semoga hari mu selalu menyenangkan.
Dan tentu saja, selamat atas seseorang yang mereka pilihkan untukmu itu, meski aku tak bisa memungkiri bahwa aku benar benar hancur dengan kenyataan ini, namun, jika ini memang takdir mu, takdir kita, aku tak keberatan. Lagi pula, apalagi yang bisa hancur dari kepingan kepingan ini?.
Sekali lagi, selamat ulang tahun, aku ingin kau tahu, aku bahagia untuk hari ini, benar benar bahagia.
ah, andai aku didekatmu sekarang, dan kau bisa melihat sendiri kedalam mataku bagaimana antusiasku tentang hari ini. Aku tak mengada ada.
Dan sepertinya, setelah ini aku akan kembali kemalam malam tanpa tidur, aku sudah memutuskan bahwa, aku akan merajut lagi setiap kepingan ini, menjahitnya menjadi seutuh mungkin, mengisinya dengan rindu-rindu untukmu yang tentu saja akan lebih banyak dan lebih lama.. akan lebih lama. Lalu dengan sedikit harap, semoga dihari esok, kau akan menyambut rindu rindu ku sekali lagi.
Aku rasa, aku juga harus minta maaf untuk semuanya, untuk semua yang telah terjadi selama entah berapa tahun kita bersama.
Maaf untuk semuanya.
maaf untuk semua kebodohan ku.
maaf untuk semua rasa sakit yang kau terima sebab aku.
Maaf untuk tidak menjadi berani dengan masa depan kita.
Maaf untuk tidak menjadi berani dan menggenggam tanganmu lebih keras.
maaf untuk tidak keberdayaan ku mencegah kau pergi.
Maaf karena tidak bisa melakukan apa-apa, bahkan sekedar menahanmu untuk tetap tinggal.
Maaf untuk menjadi begitu egois, memaksa dan terus memaksamu, memohon dan selalu meminta.
maaf..
hanya saja aku belum bisa menerima kenyataan bahwa kisah kita telah sampai dititik akhir, aku belum bisa rela bahwa pelukku bukan tempat mu berlabuh.
Namun, mungkin takdir memang benar tentang tak mempersatukan ku dengan mu, karena dari sudut manapun, selain rasa sayang tulus yang aku punya. tak bisa aku pungkiri, aku tak mempunyai satu pun yang bisa aku banggakan untukmu. Aku mengakuinya, Aku tak pernah pantas untukmu, dan siapapun tahu itu, bahkan orang tuamu.
Aku rasa, takdir memang lebih tahu, jika aku memaksamu untuk tetap bersama ku, mungkin dihari depan dan seterusnya, kau tak akan bahagia.
Dan aku berusaha yakin, semoga siapun dia, laki laki yang dipilihkan takdir untukmu, adalah laki laki yang tepat, laki-laki yang bisa membuatmu bahagia dalam hal apapun, laki-laki yang bisa menjagamu, membujukmu dan menggodamu dengan tawa setiap kali kau merajuk, menenangkanmu setiap kali kau gelisah, mengusap air matamu saat kau jatuh, membenamkan kepala mu didalam dadanya, mengusapnya dengan lembut lalu mengatakan bahwa semuanya akan baik baik saja.
Yang tentu saja takkan pernah bisa aku lakukan, meskipun aku sangat ingin melakukan itu, semampuku, selama-lamanya denganmu.
Singkatnya, semoga kau benar benar menemukan bahagia mu dengan dia, sampai akhir.
Dan aku juga akan tetap menyayangimu, dari sini , jauh dari apapun, sendirian, namun yang pasti, aku menyanyangimu. Hingga habis waktu ku.
Aku selalu menyangi mu.
semoga di tahun mu yg sekarang, aku menjadi orang pertama yang mengucapkan bahwa aku menyangi mu,, hingga tahun tahun berikutnya, aku selalu menjadi orang pertama yang mengatakan bahwa aku menyayangimu..
Sekali lagi, selamat ulang tahun,,
Aku harap entah tak peduli apapun yang menantimu dimasa sekarang dan dimasa depan, kau selalu bahagia... Se bahagia ku saat hari ini tiba.
Oh iya, mungkin ini bukan hal besar bagimu, tapi jujur, aku begitu bahagia kau mau menyisakan beberapa hari terakhir ini untukku, menghabiskan waktu, memberiku hal-hal yang belum aku dapat sebelumnya. Aku begitu bahagia.. terima kasih.
Selamat Ulang Tahun Bintang Ku.


Komentar
Posting Komentar