21 Oktober, Kisah di 20th



Senin, 
21 Oktober 2019.
pukul berapa sekarang tepatnya aku gak tau.

malam ini aku tak akan menulis puisi atau kata-kata mendayu-dayu seperti biasanya, malam ini, aku hanya ingin bercerita.

aku hanya ingin berusaha mengeluarkan semua yang memenuhi kepala ku beberapa hari ini.

Lagsung saja, jadi hari ini adalah ulang tahun ku yang ke 20, gila!, aku sudah 20 tahun dan tak ada perbuatan atau hal menakjubkan yang telah aku lakukan untuk hidupku selama 20th ini.

Dan 20 tahun adalah saat dimana aku, (mungkin juga semua orang diluar sana) sudah tidak bisa lagi bersantai dengan hidup, sekarang sudah saatnya untuk berfikir lebih matang dan mulai menentukan kemana tujuan hidup. Akan jadi apa diriku dimasa yang akan datang harusnya sudah aku fikirkan matang matang dari sekarang. dan sialnya, aku bahkan tidak tahu akan jadi apa aku nanti, apa yang akan aku lakukan dengan hidupku, dan memikirkan tentang hal itu sering kali membuatku mual.

Dan lagi, 20 tahun juga berarti masa dimana kita sudah tak bisa terus bertingkah seperti anak anak, dan harus mulai bersikap dewasa. Harus mulai membawa tanggung jawab kita sendiri. Dan ini sangat menyebalkan.

Selain itu, disisi lain umur 20 tentu saja tak lepas dari soal asmara, haha, entah kenapa hal ini membuatku tertawa, membayangkan seseorang seperti ku ternyata juga bisa merasakan bagaimana menyebalkannya tentang cinta, rindu dan hal semacamnya.

Ya, saat ini aku juga mengalami itu, aku memiliki seseorang yang setiap kali aku mendengar suaranya, rasanya seketika duniaku menjadi sangat damai, begitu menentramkan, tak peduli dia sedang memarahi ku, cemberut atau berteriak sekalipun, setiap kali aku mendengar suaranya, aku merasa sangat nyaman.
Terlebih lagi ketika melihat dia tertawa, dan itu karena ku, aku serius, rasanya aku ingin moment seperti itu terus berlangsung selamanya, haha, lucu ya?, Atau menggelikan?.

Singkatnya, dia begitu istimewa bagiku, dia juga yang-entah bagaimana- bisa membuatku berubah, berubah untuk melakukan hal hal baik, seperti saja, dia selalu mengingatkan ku untuk mengerjakan sholat, karena jujur saja, aku memang tak begitu rajin melakukan sholat. lalu, setiap kali waktu sholat itu tiba dan aku masih acuh dan tak beranjak sedikitpun, lalu biasanya dikepalaku akan terbesit tentang dia, tentang dia yang selalu mengingatkan ku untuk solat, setelah itu aku biasanya segera solat, haha.

aku tak tau mana yang lebih baik, tidak solat, atau solat namun karena teringat dengan suruhan dia, bukan murni karena sholat itu memang wajib dan itu cara kita mendekatkan diri ke Pencipta. 

Yang jelas, dia begitu istmewa, dia begitu menakjubkan. Dan karena dia juga, rasanya aku tak ingin lagi mendapatkan wanita lain, aku tak menginginkan siapa siapa lagi selain dia. Meskipun untuk saat ini dia begitu jauh, meskipun dia tak berada di dekatku.

ya, kita memang sedang tak berdekatan, ada jarak yang begitu jauh memisah.
Saat ini dia sedang menempuh pendidikannya disalah satu kota di Jawa Tengah, dan aku berada disalah satu kota di Sumatera, dan parahnya lagi, karena peraturan di Tempatnya Belajar tidak memperbolehkan menggunakan hp, jadi kita lost kontak, memang tidak setiap hari, seminggu sekali dia bisa menggunakan hp, namun, karena mungkin akan menggangu konsentrasinya belajar atau semacamnya, jadi dia memutuskan setiap minggunya untuk tidak berhubangan denganku, tepatnya untuk tidak menghubungi ku, tentu saja ini menyakitkan, menyebalkan. Namun karena itu untuk kebaikan dia, aku mendukungnya.

Hal ini sudah berjalan sekitar 4-5 bulan, entahlah, rasanya sudah begitu lama, dan aku tetap menunggunya, tetap menunggu hari minggu datang (meskipun tahu dia tak akan bisa menghubungi ku) lalu dengan sabar mencari tahu bagaimana keadaanya disana, bagaimana hari harinya. 

Kadang setiap kali rindu yang sudah menumpuk itu seolah ingin membludak dan membuat putus asa, saat seperti itu biasanya aku  kembali mengingat ingat lagi obrolan obrolanku dengannya sebelum dia memutuskan untuk "lost kontak" dengan ku 4-5 bulan yang lalu.
Obrolan yang menggelikan dan aku masih mengingatnya dengan jelas.

Aku pernah iseng bertanya kepadanya, "Jem, (nama panggilan dia, dariku.) kalau udah menikah nanti kamu mau punya anak berapa"?, 

 Dia dengan nada mantap kemudian menjawab, "Sebelas!, Kembar-kembar lagi, pasti lucu, ya jok ya?. (dia memanggil ku paijok), trus nanti kalo pulang kampung pasti bakal lucu, dari jalan bersebelas udah teriak teriak, "neneeeek!". Lalu Dia tertawa.

Mendengar jawaban yang tak terduga seperti itu sontak membuatku kaget, sekaligus tertawa, dan membuatku semakin menyukainya,,

Setiap saat aku rindu dan memikirkan bagaimana keadaanya disana, biasanya obrolan obrolan seperti itu akan muncul dikepala ku, dan itu sering membuat ku tersenyum dan semakin kesepian.

Seperti yang ini, sekitar dua bulan yang lalu dia kembali menghubungi ku. Mendengar nada dering yang sudah sekian lama tak berbunyi di hp ku, tiba-tiba berbunyi. Aku masih ingat dengan jelas bagaimana perasaan ku saat menerima panggilan itu, kembali mendengar suaranya.

Kamipun mengobrol seperti biasa, aku begitu merindukan suara itu, tawanya, ah tawanya, dia kembali tertawa, dia juga bercerita, aku tak begitu mengikuti ceritanya, yang ada dikepala ku hanya "aku sangat merindukan caranya bercerita dengan antusias seperti ini, dan aku semakin merindukannya"

Saat itu aku bilang, "masih lama ya jem, sampai kamu nyelesain pendidikanmu disana dan pulang".

Dia tak menjawab dan malah bertanya kepadaku "kamu masih ingin hidup bareng aku kan jok"?.

Tentu saja aku begitu ingin menghabiskan hidupku dengan wanita menakjubkan ini, mengapa dia masih menanyakannya, lalu aku iyakan pertanyaannya.

Lalu dia berkata, dan aku masih mengingatnya dengan jelas hingga sekarang, "kalau masih mau, ya sabar jok, ini cuma sebentar tau jok, besok kalau kita udah hidup bareng, kamu bakal liat aku tiap hari, dari bangun tidur sampai tidur lagi, sampe bosen mungkin kamu besok, mungkin besok aku sampe kamu usir usir malah"

Mendengar jawaban darinya yang apa adanya itu membuatku tertawa, dan berfikir " aku memang menyayangi wanita ini, aku juga pasti akan menghabiskan hidupku dengannya, namun, memikirkan hal itu saat ini, entah kenapa ada sebagian dari ku yang belum siap, namun tetap saja, aku menyayangi nya, hingga saat ini. Dan mengingat ingat itu malam ini, membuat ku semakin kesepian.


Begitu banyak yang aku fikirkan, tentang dia, tentang hidup, tentang masa depan, tentang hidupku, tentang semuanya, namun aku tak melakukan apa apa. Dan aku memang tak berguna.

Malam ini, aku berulang tahun, dan sejak terakhir kita berbicara berbulan yang lalu, dia masih belum menghubungi ku lagi, namun aku sedikit lega karena tetap bisa mengetahui bahwa dia baik baik saja setiap minggunya.
Sebelumnya aku tak pernah mengemis atau berharap akan ada seseorang yang peduli dengan hari ini,peduli dengan ulang tahunku lalu basa basi mengucapkan selamat dan semcamnya, menjijikkan,palsu. masa bodoh dengan ulang tahun. Tak berguna.

Namun malam ini, pertama kalinya, jika benar, kalau membuat permohonan kepada sang Pencipta di hari ulang tahun kita, maka akan lebih mudah terkabul, ingin sekali rasanya aku memohon, aku mohon untuk sekali saja, agar mandapat ucapan selamat darinya. Hanya itu.. aku mohon, sekali saja..

Meskipun sepertinya sia sia, tapi setidaknya aku sudah memohon.

Dan akhirnya, itu ceritaku, cerita yang memenuhi kepala ku.

Selamat malam, selamat ulang tahun untuk ku, harapku tak banyak, semoga untuk minggu dan bulan-bulan selanjutnya, dirimu selalu baik baik saja disana, selalu bahagia, jangan pernah bersedih, karena dirimu adalah alasan bagi seseorang diluar sana untuk tersenyum. Hanya dengan mengingatmu, jadi jangan menangis, jangan pernah.

Mungkin kau harus tau tentang ini, sejaksejak pertama melihatmu, Aku menyukai semua tentang mu, tawamu, cara mu bercerita, dirimu begitu menakjubkan, bahkan saat bersedih pun, dirimu tetap menakjubkan.
Dan bagiku dirimu tetap akan menjadi wanita yang menakjubkan, saat ini dan seterusnya.



____Bintang___



Komentar

Postingan Populer