Perihal Rindu

Pernah gak sih, kangen sama orang sampe sampe semua yang kalian lakuin, pasti ujung ujungnya keinget dia, dia dan selalu dia?.

Seolah olah dia memang beneran ada didepan kalian, seolah olah suara ketawanya itu memang beneran nyata.
Dan pas kalian nyadar kalau suara itu cuma didalam fikiran kalian yang saking kacau kangennya, lalu tiba tiba kalian senyum sendiri, 

"haha, gila, aku bener2 kangen dia". 

Seperti itu yang mungkin keluar atau terbesit di dalam hati kalian.

Lalu biasanya setelah itu kalian coba buat ngelakuin hal hal lain, yang meskipun sebenernya males banget buat kalian kerjakan, tapi untuk ngalihin rasa kangen kalian, kalian tetep ngelakuin hal itu.
Dan ini kadang malah menjadi kerjaan yang bener-bener sia-sia...

Karena tetep aja, hal apapun yang kalian kerjakan, pikiran kalian sama sekali gak disitu, ujung-ujungnya kerjaan kalian malah berantakan, lalu lucunya,mungkin kalian akan mulai merasa emosi sendiri.

Mau nayalahin siapa coba?, Dia?, Kan gak mungkin kalian jadi bodoh dengan nyalahin hal yang kalian buat sendiri, ke orang lain?.

Dan saat-saat seperti itu, pasti ujungnya kalian cuma bisa diem, diem lama, trus nanya ke diri sendiri, 
"kira kira sekarang dia disana lagi ngapain ya"?.

 Atau pas lagi malem malem kalian sendirian,
 "kira kira dia udah tidur belum ya, apa aja ya kegiatan dia seharian tadi, dia baik baik aja gak ya disana?, Bla bla bla".

 Dan pertanyaan pertanyaan seperti itu pasti akan menjadi hal yang akan membuat malam kalian jadi menyebalkan, kalian akan susah tidur, meskipun kalian sudah ingin sekali untuk terlelap.
Mungkin disaat seperti itu kalian akan nyoba buat berdamai dengan kecemasan yang kalian ciptakan sendiri dikepala kalian, 

dengan cara :
Memejamkan mata dan menarik nafas dalam dalam, lalu berkata didalam hati dengan seyakin yakinnya sebisa yang kalian lakukan,

 "Aku yakin dia disana baik baik saja, dia disana menjalani hari yang menyenangkan, tak ada masalah dengannya, dia pasti selalu tersenyum, dia pasti bahagia, kalau dia bahagia disana, aku tak punya alasan untuk merasa cemas, aku yakin dia tetap baik baik saja disana, lagi pula, meskipun aku bukan orang yang religius, aku selalu menyempatkan untuk mendoakan semua hal hal baik untuknya setiap usai sholatku, meskipun aku tak selalu mengerjakan sholat setiap waktu, dan aku juga tak tahu mungkinkah doa pendosa seperti ku akan didengar oleh Pemilik Doa itu sendiri, tapi setidaknya aku sudah berusaha, bukankah Tuhan suka dengan orang yang berusaha?, Tapi andaipun doa doa ku tak pernah terkabul, aku sangat yakin, masih banyak diluar sana, disetiap malam-malam yang lain, yang juga mendoakan kebaikan untuk dirinya, aku yakin, jadi, aku tak perlu merasa khawatir tentang dia". 

Setelah itu, Lalu kalian akan menghembuskan nafas pelan pelas, dan mencoba untuk terlelap,

 "karena aku mencintainya, jadi sudah pasti aku akan terus merindu dan mendoakannya, ah cinta, semoga saja kau tak berakhir menyedihkan".

  Dan akhirnya kalian mulai memasuki dunia mimpi, terlelap.. 
  dan bersiap untuk mengulangi lagi semua fase itu keesokan malamnya, lagi dan lagi. 


__Bintang__





Komentar

Postingan Populer