Dan Aku Masih Saja Merindu mu
Tak ada maksud untuk mengganggu bahagiamu saat ini disana, hanya saja, saat gemuruh takbir ini memenuhi kepala, ada perasaan dingin menjalar didalam tubuhku, perasaan dingin yang sama seperti setiap saat aku merindu mu seperti malam malam lalu.
Bagaimana kabarmu sekarang, bahagiakah dengan hari mu?, Aku harap senyummu selalu merekah setiap hari.
Tentu saja, setelah keputusan yang kau buat waktu itu, membuat ku begitu terluka,, setelah itu aku berusaha sekuatku untuk menyembunyikan dan selalu menepis setiap kali luka itu memaksa muncul di depan mata bersama kilas kenangan yang masih tanpak seperti nyata.
Setiap hari ku penuh dengan menghindar dan berlari. Dari kenangan tentangmu ke manis senyummu, dari tentang menakjubkannya caramu tertawa ke menggemaskannya caramu bercerita, setiap saat aku selalu berusaha menghindar dan berlari dari semua itu.. karena setiap kali hal itu datang.. luka itu masih saja teramat memilukan.
Hingga kini, aku tak bisa menyembuhkan luka itu dan membuka hati untuk yang lain,, mau tak mau aku tetap membawa luka ini hingga entah kapan, mengobatinya perlahan, yang tentu saja tak akan pernah bisa sembuh..
Sebenarnya yang ingin aku katakan adalah..
Aku rindu..
Aku benar-benar merindu mu..
Aku tahu ini egois, sebab tak ada satupun hak ku untuk merindu mu lagi.
Sebab Kau sudah merindukan hal hal baru.
Kau sudah mendapatkan rindu mu, tempatmu berlabuh.. dan itu bukan hatiku.
Tapi sekali lagi, aku hanya ingin mengatakan.
Kalau aku sungguh sungguh merindu mu, setiap hal kecil yang pernah kau lakukan, setiap kata yang pernah kau ucapkan, caramu bercerita dengan antusias, cara mu merajuk, lalu dengan sabarku selalu membujuk. Aku masih ingat setiap detail itu semua.. aku masih ingat. Dan itu sangat memilukan..
Selamat Lebaran, dengan setulusku aku meminta maaf untuk semua hal yang membuatmu terluka.
Maaf.
Komentar
Posting Komentar